Ketika Internet Bukan Lagi Indomi Telur dan Kornet

Indomi telur dan kornet. Saya kenal dengan plesetan singkatan internet ini karena sering diucapkan Om Jin di serial TV nya Jin dan Jun.

Kurang tau juga siapa sebenarnya pencipta plesetan internet menjadi indomi telur dan kornet. Gak dibolehin sama emak soalnya kalau makan indomi.

Berbagai Pola Gaya Hidup yang Berubah Drastis Karena Internet

Lupakan sejenak seputar plesetan indomi telur dan kornet.
Sekarang akan dibahas apa-apa aja sih dampak dari internet yang sebenar-benarnya internet.

Apa benar terjadi perubahan gaya hidup yang drastis karena internet?
Hal-hal seperti :
1. mendekatkan yang jauh-menjauhkan yang dekat,
2. informasi jadi cepat tersebar, dan
3. bermunculannya remaja cewek-cewek kaya raya dan eksis yang suka memamerkan keseksian baik di Instagram maupun BigoLive
Ketiga hal di atas tentu sudah banyak yang paham.
Jadi hal-hal sesimpel itu, saya rasa tidak perlu lagi diutarakan ya.
Sekarang kita bahas satu persatu yang menurut bergayavintage.com masih fresh untuk disampaikan.

#1 tidak perlu bersekolah?

wisuda online

Karena internet, kita menjadi bisa tau segala hal dalam sekejap. Dengan kekuatan kata kuncibagaimana cara…..“, atau pakai bahasa Inggris “how to……” kita bisa melakukan apa saja.
Sekarang sudah banyak dicari tenaga kerja online tanpa mempertanyakan titel pendidikan formal, cukup dengan sertifikat profesional bidang yang bisa didapatkan secara online.

Hanya mengandalkan internet dan bermodalkan semangat belajar yang tinggi, banyak dari mereka yang pendidikan sekolahnya rendah malah justru lebih dipercaya untuk digaji karena sudah banyak respon positif hasil pekerjaannya serta sertifikat profesional bidang yang sudah didapat.
Mungkin nanti kalau mau jadi dokter cukup dengan sertifikat lulus praktek KOAS online.

Tapi INGAT! bukan berarti Anda tidak perlu lagi sekolah dengan alasan malas. Jangan karena Bill Gates didrop out, dan Mark Zuckerberg tidak menyelesaikan kuliahnya, Anda langsung merasa 11 12 dengan mereka.

Seperti Bill Gates pernah bilang kalau memang dia sudah sangat sukses sekarang tapi bukan karena dia didrop out, mungkin saja dia bisa lebih baik dan lebih sukses lagi kalau dia menamatkan kuliahnya.

-“Kenapa ya orang-orang yang benar-benar sukses itu ngomongnya selalu merendah”-

#2 multi profesi

Tidak hanya satu sertifikat profesional yang bisa didapat secara online.
Yang menerbitkan sertifikat kan tidak pernah tau sertifikat apa aja yang udah pernah diambil oleh peserta ujian.

multi profesi

Kalau memang lulus banyak ujian sertifikat profesional yang berbeda, satu orang punya banyak jenis profesi bidang pekerjaan, kenapa tidak?

#3 hidup hemat tapi uang habis

Rasanya sudah berhemat, tapi keluhannya duit habis melulu.
Buat yang hobi berbelanja online pasti merasakannya.

hidup-hemat-tapi-uang-habis

Melihat harga-harga barang yang dijual di internet tentu membuat kita tergiur untuk membelinya.
Tidak jarang barang yang dijual online bisa lebih murah bahkan sampai selisih jauh 80% dari harga toko offline.

Kan bisa hemat banyak tuh.
Iya kalau belinya cuma satu barang. Nah karena semuanya murah-murah jadi semuanya juga dibeli.
Situ sehat? ups maksudnya situ hemaaat?

#4 isi hati menjadi tersalurkan

Banyak juga ini orang-orang yang di “kehidupan nyata” itu biasanya sering menyendiri dan kalem-kalem aja atau sering dibilang teman-temannya pemalu.

selalu update twitter

Tetapi kalau dilihat jumlah twits twitternya bisa sampai puluhan dan ratusan ribu, update status facebooknya juga sangat rutin!
Umumnya mereka sering disebut dengan istilah introvert. Sulit rasanya untuk menyalurkan maksud hatinya kepada orang lain.

Bayangkan apa yang terjadi jika tidak ada internet, isi hati orang-orang introvert cuma tersalur pada guling, sarung, dan buku diary-nya sendiri.
Lebih mendingan sih sebenarnya ya, apalagi kalau ketemu teman yang suka blak-blakan bilangin kalau di medsos aja ribut banget waktu ngumpul kalem-kalem. Bingung deh jadinya. Tapi tidak perlu dengar kata orang lain, keep update and tweets dude!

#5 bumi berputar lebih cepat

Kok udah gelap ya? Belum makan malam ini. (sibuk chattingan)
Kok udah terang aja…perasaan baru beli paket malam dari jam 12 sampe 6 pagi (di warnet game online)

bumi berputar lebih cepat

Seolah tidak lelah dan tidak merasa bosan, karena internet kita sering terheran-heran kenapa ya waktu cepat sekali berlalu, sehari rasanya tidak 24 jam lagi, mungkin barangkali bumi sudah semakin cepat berputarnya kali ya…
Beda waktu belum ada internet. Kalau lagi malas keluar jadinya di rumah aja makan, mandi, bobok siang, nonton tv. Kalau bosan jadinya belajar mapel matkul, latihan musik gitar piano, bantu enyak cuci piring sapu rumah sapu halaman ngecat tembok bagusin genteng.

Biasanya tuh kalau udah ngerjain sesuatu yang bermanfaat, jam dinding lambat banget dirasa berputarnya, baterainya kurang cas kayaknya!
Intinya jangan karena internet kita jadi lupa melakukan hal yang penting dan berguna. Jangan sampai internet malah mengambil bagian terbaik dari diri kita!

#6 anak band jadi miskin

Dahulu kualitas dan kebanggaan dari musisi dinilai dari berapa banyak keping kaset/cd/dvd musik dan lagu mereka yang sudah terjual, konser sana sini, touring konser jadi jadwal rutin setiap tahunnya.

Karena banyak jadwal dan pekerjaan, makanya kala itu memang musisi yang sudah tampil di televisi bisa dipastikan sangat banyak uangnya. Dampaknya banyak anak sekolahan jadi rutin ngejam latihan di studio musik dan bercita-cita jadi anak band.

musisi jadi miskin

Sekarang sudah berbeda. Sewa studio musik udah gak laku lagi! Internet udah menghapus ladang uang dari pekerjaan musisi. Mau dengar lagu tinggal download, mau nonton videonya tinggal lihat Youtube.

Berbicara hukum copyright, hak cipta, hak paten, dan sejenisnya tidak juga diberlakukan. Belum pernah ada saya dengar penindakan tegas dari pihak berwajib terkait masalah pembajakan.

Apa karena hampir keseluruhan konten situs-situs internet adalah pembajakan? Bisa jadi kalau pembajakan diberantas internet juga menjadi tidak ada gunanya?

Akibatnya acara musik seperti Dahsyat dan Inbox pun udah berubah jadi acara markigo “mari kita bergosip”.
Makanya sekarang gak ada lagi yang mau jadi anak band! Memangnya mau jadi miskin?
Bahkan musisi-musisi yang sudah kaya raya dari musik juga sudah banyak yang alih profesi lain yang kebanyakan menuju ke jalur politik dengan mencalonkan diri untuk mengisi slot-slot kursi pemerintahan Indonesia.

Sedikit bingung juga, kan sebenarnya kelihatan sangat jelas apa tujuan mereka berpolitik.Sudah sepi pekerjaan dari bermusik kemudian mencalon jadi kader.
Dan kita juga tau betapa gelamornya kehidupan musisi dan artis-artis. Apa sebanding?
Berapa sih uang yang bisa didapat dengan ikut andil membangun negeri ini?
Atau mereka sudah tidak memikirkan uang lagi? Entahlah.

-Semoga Menginspirasi-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *