John Lennon – The Beatles Lebih Populer Daripada Yesus

Lebih populer daripada Yesus” . Pernyataan kontroversial ini diungkapkan oleh John Lennon personel band The Beatles pada tahun 1966. Lennon mengatakan bahwa ke-Kristen-an sudah mengalami kemunduran dan The Beatles sudah menjadi lebih populer daripada Yesus Kristus. Hanya dianggap sebuah lelucon, publik Inggris tidak ada peduli dengan perkataan John Lennon ketika wawancaranya berlangsung di sebuah stasiun telivisi lokal Inggris bulan Maret 1996. Bahkan beritanya sudah diterbitkan di seluruh wilayah Inggris juga tidak ada reaksi apa-apa.

Namun 5 bulan kemudian, perkumpulan Kristen di Amerika Serikat Selatan marah besar dan mengecam keras terhadap lelucon dari John Lennon itu setelah mendengar beritanya yang sudah tersebar sampai Amerika Serikat.

Terjadi demonstrasi besar-besaran di wilayah selatan, stasiun radio dipaksa untuk tidak memutar lagu The Beatles, pemutar audio rekaman mereka semua dibakar habis, jadwal konferensi pers di Amerika pun dipaksa untuk dibatalkan, berbagai ancaman ditujukan kepada The Beatles. Padahal saat itu, sebentar lagi The Beatles punya jadwal tour manggung di wilayah Amerika. Tetapi menjadi berantakan dan banyak yang dibatalkan.

Latar Belakang Perkataan Kontroversi John Lennon

How Does a Beatle Live?” tema dari acara wawancara terbuka The Beatles di Inggris yang menanyakan seputar bagaimana keseharian dan gaya hidup dari para personel band The Beatles. Tidak ada angin tidak ada hujan apalagi badai petir bergelora, John Lennon malah berkata We’re more popular than Jesus.
Tidak perlu heran. Karena sebelumnya ada perkataan lainnya John Lennon juga pernah dimuat dalam sebuah buku “the darlings of Merseyside“, John Lennon mengait-kaitkan musik beserta bandnya dengan agama.

Dan dimasukkan quote dalam buku tersebut:

Christianity will go. It will vanish and shrink. I needn’t argue about that; I’m right and I’ll be proved right. We’re more popular than Jesus now; I don’t know which will go first—rock ‘n’ roll or Christianity. Jesus was all right but his disciples were thick and ordinary. It’s them twisting it that ruins it for me.

Namanya juga rocker, mungkin Lennon sudah kebayakan minum alkohol dan keseringan mabuk. Kenapa juga dia bisa menghubungkan musik menuju ke suatu hal yang sangat jauh kelasnya. Namun menurut penulis buku tersebut, John Lennon sudah banyak belajar soal kekristenan makanya dia menganggap John Lennon sah-sah saja bisa berkata demikian.

Baik quote pada buku maupun wawancara, di Inggris aman-aman saja tidak terjadi demonstrasi terhadap perkataan John Lennon seputar hubungan kepopuleran bandnya dan pemahamannya terhadap agama kristen. Amerika Serikat lah yang menaruh perhatiaan dan emosi marah besar terhadap perkataannya.

Kecaman Warga Amerika Terhadap Beatles

demon amerika terhadap the beatles

Pada masa itu belum ada internet, jadi media berita semuanya masih offline melalui surat kabar atau yang paling canggih radio, TV juga masih dianggap barang mewah. Dari Inggris sampai ke Amerika tentu sangat jauh apalagi naik kapal laut bisa sampai berminggu-minggu, berita wawancara The Beatles di Inggris itupun baru sampai ke Amerika 5 bulan setelah wawancara.

Agustus 1966, media Amerika Serikat sangat menerima dengan baik artikel berita tersebut, ibarat kata dijual berapapun dibeli sama mereka. Ya jelas saja karena berita John Lennon itu dirasa akan bisa jadi viral besar-besaran kala itu, apalagi semuanya masih offline, dan media umumnya itu-itu saja pelaku pasarnya sehingga sangatlah gampang memonopoli pasar beritanya. Tidak tanggung perkataan The Beatles……Yesus menjadi headline surat kabar, besar-besar tulisannya dipampang di halaman depan koran Amerika, bahkan menurut beberapa sumber ada bagian yang dipotong.

“-Gak dulu gak sekarang sama saja ya ulah wartawan. Kebenaran informasi itu nomor sekian ratusan, intinya korannya laku keras dan naik pamor. Sama seperti sekarang yang lagi trend kasus Ahok. Sama juga terkait masalah agama. Dan lebih samanya lagi ada yang dipotong-potong.-“

Dan koran majalah yang memuat ucapan John Lennon itupun beredar dengan langgengnya. Jelaslah publik Amerika sontak naik darah membaca headline berita di hari itu. Wajar memang. Justru yang tidak wajar dan menjadi pertanyaan kenapa di Inggris tidak ada tanggapan sama sekali akan perkataan John Lennon. Mungkin karena sama-sama orang Inggris seperti John Lennon sendiri (lahir di Liverpool, United Kingdom), maka jalan pikirannya sama.

Jalan pikiran seperti apa?
Lennon berkata “if I had said television was more popular than Jesus, I might have got away with it.“.
Barangkali seluruh warga UK juga berpikir demikian. Seandainya Lennon bilang TV (bukan The Beatles) yang lebih diminati daripada Yesus kala itu, mungkin tidak akan dituai aksi protes terhadap perkataannya.

Warga Amerika tidak demikian, bagi mereka tidak ada urusan berandai-andai, probabilitas kemungkinan jika A maka B tidak berlaku. Yang ada John Lennon sudah dirasa menistakan Kristen karena bisa-bisanya mengatakan ada yang lebih populer (The Beatles) daripada Yesus.

wawancara john lennon the beatles lebih populer daripada yesus

Bahkan ketika John Lennon minta maaf melalui seorang reporter dan berkata “if you want me to apologise, if that will make you happy, then OK, I’m sorry.” Penduduk Amerika Serikat juga tidak bisa menerimanya. Tour di Amerika sudah sempat berjalan di beberapa negara bagian, tetapi kekacauan terjadi dimana-mana, anarkis perusakan sarana umum pun marak terjadi.

Melihat kejadian itu, tour The Beatles di bagian selatan Amerika pun terpaksa menjadi dibatalkan karena khawatir suasana bertambah keruh.
The Beatles pun menjadi malas dan benci melakukan tour lagi. Mereka rehat selama setahun. Setahun lamanya mereka tidak melakukan tour dan fokus mengerjakan album, dirilislah album Sgt. Pepper’s Lonely Hearts Club Band pada Juni 1967. Album ini pun sangat sukses membuat The Beatles semakin terkenal. The Beatles pun kembali melakukan tour dunia mereka.

Akhir dari Penistaan Agama Lennon

Kesuksesan Album Pepper’s Lonely Hearts Club Band seolah membuat dunia lupa Lennon pernah dianggap menghina agama Kristen dan Yesus oleh penduduk Amerika. Pada tahun 1969 ketika tour di Kanada, Lennon kembali diwawancari tentang tanggapannya mengenai kecaman yang pernah terjadi di Amerika karena perkataannya. John Lennon malah sangat berterima kasih karena kejadian itu telah membuat mereka dapat mejadi semakin tenar dan populer lagi, dan dia pun tidak jera mengulangi perkataan bahwa The Beatles bahkan sudah jadi lebih besar lagi daripada Yesus.

Malah berpuluh-puluh tahun kemudian (tahun 2008) The Beatles juga dapat sanjungan pujian hangat di hari ulang tahun mereka yang ke-40 dari Majalah Vatican yang mengatakan kalau mereka sudah benar-benar sangat sukses dan terlewat batas suksesnya setelah melanjutkan dan mengembangkan fashion musik dari seorang legenda rock and roll Elvis Presley. Padahal sebelum-sebelumnya (kata Ringo Starr) majalah Vatican ini termasuk salah satu yang mengganggap kalau The Beatles menganut aliran setan.

Penistaan John Lennon Lainnya
Tidak berhenti di perkataan John Lennon : The Beatles lebih populer daripada Yesus, dia juga banyak mengeluarkan Quotes lainnya seputar The Beatles dan Kristus:
1. “I have something very important to tell you all. I am Jesus Christ. I’m back again.
2. “Christ, you know it ain’t easy, You know how hard it can be, The way things are going, They’re gonna crucify me.
3. Lennon mengatakan kalau dirinya “One of Christ’s biggest fans
4. “I don’t believe in Jesus” dalam lagu God
5. “To boogie or not to boogie, that is the Christian.
6. “Imagine there’s no heaven” dalam lagu Imagine

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *