Hobi Mengoleksi Uang Jadul – Tipe Tipe Kolektor Uang Kuno

Uang kertas tidak lebih dari hanya sekedar kertas biasa. Tapi fantastisnya, dengan kertas-kertas yang berubah menjadi uang, kita bisa mengubah jati diri dan masuk pengelempokan golongan hidup menjadi  berbeda-beda kasta.

Pemikiran dari seorang Adam Smith untuk mengubah sistem barter menjadi nilai uang telah membuat kehidupan kita menjadi lebih praktis. Kini setiap negara sudah punya mata uang yang berbeda-beda ditambah dengan harga nominal yang bervariasi.

Padahal sama-sama kertas biasa, tetapi nilainya bisa berbeda, bahkan sangat tidak seimbang. Contohnya saja angka 1 pada mata uang US Dollar itu setara dengan 13000 pada mata uang Rupiah Indonesia. 1:13000? sangat berbeda jauh. Hanya selembar kertas satu Dollar Amerika bisa sebanding dengan 13 lembar uang seribu rupiah. Kalau ada berlaku lembaran uang 1 rupiah,  kita harus memegang 13000 lembar satu rupiah unthk bisa mendapat hanya 1 lembar.

Di sini kita berbicara tentang nilai dari selembar kertas.

Berbeda lagi kalau uangnya 100.000 rupiah tentu selembar 100.000 rupiah baru bisa disaingi dengan beberapa lembar uang 1 Dollar USD. Padahal sama-sama selembar kertas tetapi bisa berbeda nilai harga dikarenakan nominalnya dan kurs mata uangnya berbeda.

uang dollar kuno termahal

Tapi tahukah Anda, dengan nominal yang sama dan juga mata uang yang sama, selembar kertas itu nilainya bisa berbeda?  UANG KUNO. Kolektor uang kuno sudah banyak tersebar di setiap sudut belahan bumi.

Semakin Tua Uang Semakin Mahal

Dampak dari semakin sulitnya ditemukan suatu jenis benda secara tidak langsung bisa membuat harga benda tersebut menjadi semakin mahal dan naik derastis. Begitu juga uang, yang seharusnya ditukarkan ke bank ketika sudah diberlakukannya keluaran uang terbaru, tetapi beberapa orang memilih untuk menyimpannya, karena uang kertas tersebut nantinya akan menjadi tua dan tidak jarang orang  menyebutnya uang antik/retro ataupun vintage.

Baca : Pengertian Antik Retro dan Vintage Itu Ternyata Tidak Sama ! Pahami Berikut Penjelasan Perbedaannya Secara Singkat

Tidak lain tidak bukan, tujuan dari menyimpan uang kuno adalah agar kelak bisa dijual dengan harga yang jauh dari nilai nominatif saat itu. Tidak sedikit yang sudah menjual uang kunonya menjadi harga yang berlipat-lipat dari nilai nominal yang tercantum pada uang tersebut. Di lain pihak, ada beberapa orang yang menjadikan hobi mengoleksi uang jadul ini sebagai kesenangan pribadi saja, tidak untuk dijual, katanya supaya ada yang bisa diceritakan dan diwariskan kepada anak cucunya kelak.

Termasuk banyak juga yang sangat senang mengumpulkan dan mengoleksi jenis-jenis uang kuno. Kebanggaan karena memiliki kertas uang yang sudah tidak laku lagi untuk dipakai belanja itu juga ikut meracuni berbagai khalayak.  Bahkan sudah ada komunitas tempat berkumpul para pengamat dan ahli seputar uang-uang kuno yang sudah bisa dibilang basi itu.

5 Jenis Kolektor Uang Kuno

1. Tipe pencinta seni lukis

Uang kertas selalu identik dengan gambar-gambar yang mengandung makna filosofi tersendiri pada masa dicetaknya uang tersebut. Dan umumnya uang kertas yang sudah kadarluwasa itu  berisikan motif gambar yang unik-unik pada zaman itu dan membuat mata menjadi terkagum-kagum melihatnya.

Terang saja terlihat unik. Bagi kita yang hidup di masa sekarang pada umumnya tidak pernah tahu kejadian di zaman itu sehingga banyak dari kita  yang terpana melihat dekorasi gambar uang-uang kuno.

Seperti kanvas, uang kertas pun dianggap seolah menjadi tempat untuk menyalurkan seni melukis.

2. Disayang-sayang seperti pacar

Ada teman punya beberapa uang 100 rupiah lama bergambar perahu.  Berlembaran uang phinisi itu selalu dibawa dan disimpannya dengan rapi dalam dompet. Tidak jarang uang itu dipamerkan kepada saya dan teman-temannya yang lain. Dia terlihat  teramat bangga dan merasa uang itu sangat berharga baginya.

Setiap bertemu, uang 100 rupiah tahun 1992 itu selalu terlihat dielus-elus disayang-sayang seperti layaknya pacar sendiri.

Sedihnya, saat dia sedang keluar dan terkena hujan badai yang sangat deras, semua pakaiannya menjadi basah kunyup, begitu juga dompet dan beserta uang kebanggaannya. Uang itupun sudah sobek dan lengket seperti bubur di dalam dompetnya, dan diapun sedih berhari-hari.

Pengalaman dia bisa menjadi pembelajaran penting bagi kolektor lain supaya jangan suka memamerkan dan menyimpan koleksi uang kuno di dalam dompet.

3. Uang kuno dilaminating dan dibingkai

Berdasarkan pengalaman nomor 2, jenis ketiga ini bisa tergolong kolektor uang kuno sejati. Demi menjaga kebersihan, kesetrilan, dan keamanan uang kunonya, mereka melaminating uang kuno agar selalu terjaga tetap kering walau hujan selebat apapun, bahkan ada juga yang membingkainya dan dijadikan sebagai penghias dinding rumah. Asal jangan dibakar saja.

Namun walau sudah dilaminating, uang kuno ini ada baiknya disimpan ke tempat penyimpanan dan disembunyikan ke wadah yang paling aman, karena risiko yang lebih harus ditakuti adalah risiko tangan-tangan liar dan juga panjang.

4. Jual Beli Uang Lama

Beli uang pakai uang. Setelah dilaminating dan disimpan bertahun-tahun, koleksi uang kuno pun siap dijual. Kejadian ini bukanlah kejadian langka lagi bagi kita. Subkategori barang jadul beberapa forum jual beli online,  terlihat banyak membernya yang berjualan jenis-jenis uang lama. Jutaan bahkan ratusan juta juga ada saja yang mau membeli.

Jika kamu punya uang $1 lama, jual di website pencari uang antik antiquemoney. Dari info yang saya dapat, blog ini mau  membayar mahal jika Anda ada menyimpan kuno. Tergantung tahun cetak One Dollar-nya, Anda bisa bernegosiasi soal harga secara langsung, kabarnya bisa sampai puluhan juta untuk One Dollar tahun 1930an ke bawah.

Bisa langsung lihat di http://www.antiquemoney.com/old-one-dollar-bill-value-price-guide/

Coba saja dihubungi dan dilacak kredibilitasnya. Kalau benar terbukti jujur, Anda bisa langsung mendapat jutaan rupiah dengan menjual selembar satu dollar tua.

Terbukti memang semakin langkanya uang membuat harga uang tersebut juga menjadi jauh berbeda dengan nominal yang tercantum pada uang tersebut.

Tapi harus berhati-hati juga karena banyak orang yang berniat memalsukan cetakan uang lama agar bisa dijual dengan harga yang sangat mahal.

5. Uang kuno dijadikan MAHAR

Terlepas dari adanya hukum agama maupun sosial yang belaku untuk tidak menjadikan uang kuno sebagai mahar, trend mahar uang kuno juga sudah populer di pernihakan saat ini. Mendekorasi sejumlah  uang kuno yang disusun hingga membentuk suatu tampilan gambar yang unik kemudian dibingkaikan.

Bahkan sudah banyak toko-toko persiapan pernikahan yabg menyediakan jasa untuk membuat dekorasi gambar yang dibentuk dengan bermacam-macam uang lama. Menurut mereka, orderan gambar biasanya disesuaikan dengan tanggal pernikahannya pemesan mahar.
Beli uang kuno + bayar jasa desain. Menjadi terkesan elegan, karena untuk membuat satu mahar uang kuno harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *