Dimusuhi POLANTAS – Japanese Style Motor Sangar Tetap Menjadi Pilihan

modifikasi jap style terkeren di Indonesia

Dari gambar dapat kita lihat ciri-ciri motor yang sangat khas:

  • stang berlekuk dan agak menggantung bergaya Harley
  • dudukan jok yang hanya untuk satu orang
  • tangki bahan bakar yang ramping
  • lebar ukuran ban yang cukup besar dan hampir menyerupai ukuran ban mobil
  • body bagian belakangnya dipangkas habis hanya ada sedikit kap penutup roda ban belakang
  • lampu depan bulat bergaya klasik

Timbul kesan minimalis hardcore semejak pertama melihat motor seperti pada gambar tersebut. Motor itu terkenal dengan sebutan Motor Japanese Style. Sesuai dengan namanya Japanese Style atau biasa disingkat dengan Jap Style mempunyai arti bergaya ala-ala negara sakura Jepang. Sama-sama ikut mewarnai jalanan raya di Indonesia dan seperti saling berpacu beriringan dengan trend vintage berkendara memakai vespa, beberapa tahun terakhir modifikasi unik motor menjadi bergaya ala Jepang ini juga termasuk banyak digandrungi pemuda-pemuda Indonesia. Sama-sama beraliran klasik, modifikasi Jap Style juga tidak kalah maraknya digeluti oleh para pencinta good old fashion style.

Baca : Vespa Tua Jadul – Kendaraan Vintage Retro Trendy Kawula Muda Masa Kini

Menjadi terlihat macho merupakan alasan utama banyak dari mereka yang ingin mengubah gaya motornya menjadi beraliran Jap Style.

Menurut informasi yang didapat, di Jepang sendiri sebagai negara asal lahirnya modifikasi beraliran Jap Style sudah lama dibentuk dan sudah ada sejak tahun 1980an. Namun ketika itu belum ada yang menyebutnya dengan Japanese Style. Belum ada dibuat julukan khusus kala itu. Baru dimulainya setelah tahun 1990an lah keluar sebutan motor macho ini sebagai motor beraliran Jap Style. Semakin trend-nya Jap Style, membuat semakin banyak juga aneka inovasi jenis modifikasi ini hingga sekarang sudah mempunyai beragam cabang-cabang modifikasi, dengan tetap memegang pondasi utama kesan Jap Style seperti pada gambar di atas, misalnya seperti Street Tracker Custom, Chooper, Speedway.
Dan memang kesemuanya itu termasuk dalam label Japenesse Style.

Tercetusnya Modifikasi Motor Beraliran Jap Style

Aliran motor ala Jepang, Jap Style sebenarnya tidaklah original merupakan produksi pabrikan dari negara Jepang. Dapat kita lihat secara jelas kalau sebenarnya Jap Style meniru dan mencontohkan total model motor keluaran Eropa seperti scrambler, cafe racer, speed chooper.

Banyak populasi di Jepang yang mencintai gaya sangar dari motor Eropa tersebut dan ingin mendapatkannya secara mudah. Seperti diketahui, pemerintahan Jepang sangat anti terhadap barang impor dan lebih memprioritaskan kepada produksi lokal. Berhubung akan keluar biaya yang besar karena peraturan itu dikendalikan pemerintah Jepang sendiri melalui pengenaan pajak yang besar untuk impor barang dari luar negeri, solusinya motor-motor buatan lokal saja yang dirombak sedemikan rupa hingga bentuknya menjadi sangat persis menyerupai dari motor Eropa. Ya tentunya menjadi lebih efisien karena biaya yang dikeluarkan juga tergolong tidak banyak dan jauh timpang apabila membeli motor Eropa secara impor.

Banyak bengkel modif di Jepang menerima orderan untuk memodifikasi motor menjadi berbentuk motor bergaya motor Eropa tersebut. Karena banyak peminat, ada satu bengkel besar dan cukup ternama di salah satu kota di Jepang yang memutuskan untuk memprioritaskan hanya sebagai bengkel modifikasi motor menjadi bergaya motor Eropa. Nama bengkelnya BRAT.

Karena bengkelnya khusus, pekerja-pekerja di bengkel BRAT pun memutuskan untuk mencetuskan satu penamaan khusus terhadap modifikasi khas Eropa ini. Menurut mereka supaya tidak repot dibuat saja namanya menjadi Japanese Style.
Sebenarnya aneh juga kenapa bisa jadi Japanese Style, harusnya disebut saja dengan European Style? Tapi begitulah keadaannya yang membuat modifikasi bengkel ini menjadi terkenal dengan julukan modifikasi Japanese Style nya. Namun untuk lebih spesifik dalam sebutannya Jap Style tetap menggunakan nama merek motor Eropa sebagai labelnya.

Contohnya seperti nama merek motor Eropa yang suda disebutkan di atas, namanya menjadi Jap Style Scrambler, Jap Style Cafe Racer, Jap Style Speed Chooper.
Nah dari sini dapat kita pahami kalau maksud dari dibuat dengan label Japanese Style adalah agar orang-orang kelak tahu kalau seandainya ada motor-motor biasa (bukan pabrikan Eropa) yang dirombak menjadi bergaya motor Eropa itu semuanya merupakan ide dari orang Jepang. Dan ternyata benar saja modifikasi motor ini menjadi begitu laris saat ini, bahkan bukan hanya di Jepang, seluruh dunia khususnya Asia juga ikut mengulik seputar bagaimana mengubah motor lamanya menjadi bergaya Eropa. Khususnya di negara kita Indonesia yang telah menjadi salah satu komunitas Jap Style terbesar di dunia saat ini. Jap Style pun menjadi semakin terkenal.

Jap Style Mulai Dikenal di Indonesia

Sama seperti di Jepang, untuk motor Eropa akan sangat mahal dibeli jika sudah masuk ke Indonesia. Biasanya motor pabrikan yang diimpor langsung dari benua Eropa termasuk dalam kategori dikenakan pajak barang mewah, bisa sampai 3-4kali lipat dari harga aslinya apabila dibeli langsung dari negara Eropa pabrikannya.

Namun produk motor Indonesia sendiri belum ada yang terpercaya dan dipasarkan ke publik. Sehingga berhubung motor yang dapat dibeli dengan harga yang relatif terjangkau adalah pabrikan Jepang, pada tahun 2013 para builder motor Bandung terinspirasi dengan gaya modif Jap Style yang menurut mereka juga akan sangat cocok diperkenalkan di Indonesia, karena banyak orang Indonesia yang juga sama-sama fanatik dengan desain dari motor Eropa tetapi isi dompet dan ATM belum mumpuni untuk bisa membelinya. Modifikasi Japanese Style pun menjadi alternatif jalan utamanya.

Mengikuti dari akar mulanya induk Jap Style sendiri yang dimulai tahun 80an-90an, di Indonesia juga umumnya memilih motor-motor Jepang keluaran lama untuk dimodifikasi, seperti CB, CG, GL, Scorpio, Thunder. CB 100 paling sering dibuat sebagai pilihan paling oke untuk dimodifikasi habis menuju Jap Style.

Tidak berselang lama dalam sekitaran kota Bandung, ketertarikan motor modif Jap Style pun merambat dengan sigap sampai ke kota-kota besar lainnya di Indonesia untuk diikuti sebagai trend fashion terkini dalam berkendara. Terutama bagi anak-anak muda yang ingin tampil stylish dan terlihat lebih jantan dengan motor Eropa tapi belum bisa membelinya, semuanya beralih membeli motor Jepang keluaran lama dan dirombak habis besar-besaran secara total berubah menjadi seperti motor Eropa tetapi dengan tetap menggunakan bumbu rasa Jepang. Komunitas Jap Style pun menjamur di seluruh penjuru Nusantara.

Tapi Jap Style ini bukan pilihan motor yang tepat untuk dipakai berpacaran, dikarenakan gaya motor Eropa yang memang didesain untuk satu orang saja, tidak bisa boncengan apalagi tartig tarik tiga kata orang Medan, memang bisa saja kalau duduknya sangat menempel gempet-gempetan.

Dan dilihat dari bentuk sayap belakangnya yang sudah habis dicopot, sangat sulit rasanya untuk memasang plat nomor di belakang rangka motor Jap Style ini. Akibatnya motor Jap Style ini sudah menjadi incaran-incaran polantas, karena petugas kepolisian lalu lintas sudah tahu dan bisa memastikan kalau motor bergayakan Japanese Style pasti tidak mempunyai plat nomor polisi di belakangnya. Dan ternyata, beberapa sumber mengatakan jenis motor Jap Style ini juga sudah dilarang oleh pihak kepolisian agar tidak digunakan ke jalanan raya umum. Bisa kena denda sampai Rp24juta.

motor jap style dilarang dan ditilang polisi

Namun bagi penggila fashion kuno sejati pasti akan selalu masih ada jalan tikus agar tetap bisa selalu tampil macho dan tidak ditilang walaupun kemana-mana perginya menggunakan Jap Style.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *