Berakhir Sudah Fenomena Boomingnya Batu Akik

Kronologis Dari Awal Sampai Hilangnya Fenomena Bombastis Dari Trend Mata Cincin

#1 Alasan Kenapa Diberi Nama Batu “AKIK”

Kenapa sih namanya batu akik? Apa hubungannya batu dengan akik-akik?
Mungkin bagi yang sudah mengerti artinya akik akan bertanya demikian.

Berbeda pula halnya kalau bagi yang tidak tahu apa maksudnya akik.
Akan timbul pertanyaan serupa.
Apa itu akik?
Atau siapa sih akik itu sebenarnya?
Kenapa disebut batu akik?

Tidak bisa dipastikan kevalidannya, tetapi menurut sepengetahuan saya akik itu artinya embah. Seperti lirik lagunya pedangdut Alam – “Ada Embah Dukun Sedang Ngobatin Pasiennya”.

batu-akik-artinya-batu-dukun

Dari sini dapat disimpulkan sendiri kalau akik itu disimbolkan secara tidak langsung maksudnya adalah dukun. Bahkan sejak dulu, saya sudah tahu dan mengalami langsung ketika memakai sejumlah cincin sekaligus (bukan berarti harus cincin bermata batu loh..), maka langsung dikatakan “kamu seperti dukun saja”.

Mungkin dari pengalaman tersebut, bisa dikatakan kalau maksud dari akik adalah dukun. Dan otomatis batu akik berarti batu dukun.

#2 Fenomena Batu Akik yang Sangat Mengherankan bagi Banyak Orang

Bagi yang tidak memakai batu akik, pasti menjadi sangat terheran-heran kenapa bisa banyak orang sampai jadi tergila-gila karena batu. Tidak hanya di satu jari, bahkan ada yang memakainya di sepuluh jari pada kedua tangannya. Tidak tanggung-tanggung, anak-anak kecil yang masih duduk di Sekolah Dasar dan juga para wanita tidak mau ketinggalan dengan fashion jenis terbaru di masa itu. Beragam-ragam jenis dan nama batu tiba-tiba naik timbul ke peredaran. Dari desa sampai kota, mulai dari sekolah, kampus, dan perkantoran semuanya terjangkit demam batu akik.

Ditambah lagi inovasi batu yang dijadikan mata kalung, gelang, anting, dan lainnya. Semuanya berubah menjadi batu akik. Pembahasan berputar-putar pada batu akik, obrolan monoton hanya tentang apa nama akik yang dipakai dan dimana belinya, tangan-tangan juga tidak lelahnya menggosok-gosok batunya agar semakin terlihat mengkilat.

Menjadi semaniak itukah?
Namanya juga hobi. Tidak ada yang salah dengan sebuah hobi. Semua orang punya hobi dan ‘kegilaan’ masing-masing dan bagi mereka pasti ada nilai kesenangan sendiri jika hobinya itu semakin didalami dan digilai.

Selama hobi tersebut tidak mengganggu privasi orang lain dan tidak membuat keributan, bukanlah menjadi masalah. Lagipula banyak juga yang diperuntungkan dari meledaknya beraneka jenis batu akik kala itu. Dapat kita temukan dimana-mana bermunculan profesi baru mulai dari penggosok batu, reseller makelar, distributor, sampai pembuat sertifikat keaslian dari batu yang dijual, semuanya ikut kecipratan dari banyaknya permintaan akan batu akik.

Lagi jalan-jalan santai, tiba-tiba melihat ada bongkahan batu yang mempunyai pola warna sedikit saja, batu itu akan langsung diambil dibawa pulang kemudian digosok dan diharapkan dapat segera dijual dengan harga yang sangat tinggi. Dijual dengan harga milliaran juga ada yang mau membelinya karena melihat keindahan corak batu yang sangat unik dan berbeda dari batu lainnya. Ada pula yang beralasan karena ingin merasakan khasiat manfaat dari batu, bisa dari segi kesehatan, kesuksesan masa depan, dan keberuntungan. Lebih ekstrim eksentrik lagi, ada yang punya motivasi untuk daya tarik dan memikat lawan jenisnya.

Banyak memang alasan tersendiri yang mungkin terkesan tidak masuk akal bagi orang awam. Alasan-alasan bombastis itu juga dijadikan pendongkrak nilai harga dari sebuah batu akik. Bagi yang tidak mau ikutan dan tidak mau tahu tentang batu, menjadi muncul banyak pertanyaan-pertanyaan membingungkan.
Kenapa sih batu ini menjadi begitu tersohor seperti raja yang sangat diagung-agungkan?

#3 Awal Mula – Penyebab Batu Akik Begitu Populer

Di tengah meledaknya kepopuleran akik kala itu, mungkin masih ada yang belum tahu kenapa batu ini bisa sebegitu nge-trend.
Singkat ceritanya semua itu bermula dari mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono SBY berlanjut ke Obama, dan kemudian boom….meledaklah trend fashion ini ke seluruh pelosok wilayah Indonesia bahkan sampai ke macanegara.

Padahal sebenarnya menggunakan perhiasan dari batu ini sudah lama ada dari sejak dulunya. Lihat saja dari dulu sebelum akik menjadi sangat tenar, betapa percaya dirinya seorang artis Tessy Srimulat memakai cincin batu-batu besar di jari-jarinya. Selain Tessy, juga sudah banyak bapak-bapak yang menggunakan akik sebagai cincin penghias jemari mereka. Tapi sayangnya mereka bukanlah orang yang terkenal, Tessy juga bukan orang yang sangat terkenal dan mempunyai pengaruh besar, makanya tidak banyak yang mau ikut-ikutan.

SBY juga sudah pakai batu cantik ini, jenisnya batu Lumut Sungai Dareh.
Pada tahun 2010, Obama sedang melakukan kunjungan ke Indonesia. Sepulang dari kunjungan Obama, SBY memberikan batu akik sebagai cinderamata kepada Obama. Menurut berbagai sumber berita, batu cinderamatanya adalah batu Giok Garut. Dari sinilah mulanya yang kemudian semakin meluaslah pemberitaan kepada publik di Indonesia bahkan sampai dunia internasional juga memberitakan hal serupa, tentang Presiden Indonesia dan Presiden Amerika Serikat sama-sama pakai batu akik.

Pemberitaan kedua mantan presiden itu selalu menjadi viral di media sosial sepanjang tahun 2010. Ditambah juga desas-desus pasar yang menyebutkan kalau batu cinderamata untuk Obama adalah bacan. Dipakai oleh seorang presiden AS, tentu bertamabah ekslusif lah bacan tersebut.

Pihak-pihak yang ingin meraup keuntungan besar bersama-sama sepakat untuk serempak menebar gosip kalau batu Obama adalah batu bacan seharga Rp 3Milliar! Bacan pun menjadi kian meroket harganya, bahkan bisa benaran sampai miliaran, paling murahnya saja di angka 1juta rupiah kala itu, itu juga hanya untuk ukuran batu bacan yang sangat kecil.

sby memberikan batu akik ke obama

Padahal Pak SBY sendiri tidak pernah menyebutkan apa jenis batu dan berapa harga cenderamata yang diberikan kepada Obama.

#4 Bukan Hanya Hewan Peliharaan – Sekarang Batu Juga Sudah Punya Nama

Berbagai jenis rupa, bentuk, dan warna batu pun bermunculan dan mendadak jadi tenar. Banyak batu sudah diberi nama yang berbeda-beda. Kalau batunya dilihat mirip mata kucing diberi nama akik mata kucing. Ada pula seperti mata ikan diberi nama kebule-bulean biar jadi lebih keren, disebutlah Fish Eye. Dan Kalau warnanya dominan hijau biasanya dikategorikan ke Giok.
Ratusan bahkan ribuan batu yang berbeda saat ini telah mempunyai nama, dan pada umumnya penamaan pada batu tersebut diakhiri dengan nama tempat darimana batu itu didapat.

Seperti milik Pak SBY. Namanya Lumut Sungai Dareh karena didapat dari Sungai Dareh – yang ada di Sumatera Barat dan Giok Garut karena berasal dari Garut. Sangat sederhana memang. Tapi jangan salah, hal-hal sepele sederhana juga bisa banyak membuat perubahan trend secara derastis.

Hal yang awalnya kita anggap tak bernilai seperti batu pun bisa menjadi punya harga besar setelah dikonversikan ke Rupiah.

#5 Apa yang Menjadi Patokan Harga Dari Sebuah Akik?

Tidak bisa disebutkan secara jelas dan pasti harga dari sebuah batu akik. Harga dari sebuah akik relatif, tergantung dari kesepakatan bersama. Jika dirasa cukup indah dan harganya memang cocok, dijuallah batu sesuai dengan kesepakatan.

Kesepakatan dari siapa?
Seperti sudah disampaikan sebelumnya di atas, kalau banyak bermunculan profesi dadakan karena batu akik. Bahkan ada yang menjadikannya sebagai mata pencaharian utama karena dirasa sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan dapur di rumahnya. Beda pedagang tentu beda juga harganya. Harga sebuah batu akik sangat bervariatif, sebenarnya tidak ada juga dasar patokan khusus dari harga sebuah batu cantik ini. Tergantung dari selera dan lebih berpihaknya tergantung kepada penjual/makelar batu akik + sangat memungkinkan menjadi lebih mahal lagi jika sudah diberi sertifikat asli murni.

Terserah mereka mau jual berapa.
Ketika penjual dan pembeli sudah sepakat deal dengan satu harga, berlangsunglah transaksi dan demikian seterusnya terjadilah jual beli batu.

Semua transaksi jual-beli pasar pasti akan berjalan sesuai dengan teori demand-supply, semakin banyak permintaan semakin meninggi pula harga yang ditawarkan.
Karena semakin banyaknya yang ingin memiliki dan menggunakan batu sebagai perhiasaan, harga batu pun semakin naik dan terus melonjak. Batu menjadi begitu berharga.

Namun begitu sejak awal boomingnya, banyak yang sudah bisa menebak dengan jelas dan memprediksikan kalau bisnis menjual batu hanyalah berlangsung sesaat, karena batu bukanlah barang kebutuhan pokok.
Alasannya sangatlah nyata, sebab bisnis menjual batu ini juga termasuk ke dalam kategori monkey business. Dikatakan sebagai monkey business, karena pada dasarnya batu-batu yang dijual itu sama sekali tidak memiliki harga, tetapi malah bisa dijadikan lokasi beredarnya bermilliar-milliaran uang selama beberapa tahun.

#6 Monkey Business – Masa Keemasan Batu Akik Berakhir Sudah

Telah banyak yang merasakan manisnya hasil yang didapat dari berjualan batu perhiasan ini. Batu akik sudah hampir sama dengan harga emas, bahkan ada yang lebih mahal daripada emas! Banyak yang mendapat keuntungan dari penjualan batu, bisa dibilang tidak kecil, rata-rata omset harian pedagang kecil saja bisa menyentuh angka minimal di sekitaran Rp 3-7juta per hari! Luar biasa.
Padahal modalnya saja tidak sampai 20% harga jual. Bisa jadi tidak ada modal sama sekali. Karena batu didapat dari alam secara gratis. Cukup bermodalkan cangkul dan alat gosok seadanya mereka bisa menyulap sebongkah batu menjadi kertas uang jutaan.
Tua muda ikut-ikutan. Bahkan ibu-ibu dan para gadis, yang awalnya tidak mau tahu menjadi banyak yang ikutan juga mencoba peluang mendapat keuntungan dalam perdagangan batu.

Seniman asli yang sudah lama berkutat dengan batu pun seolah menjadi setara dengan ibu-ibu dan para gadis pedagang musiman tersebut. Para wanita itu mendadak menjadi seperti baru selesai menamatkan perkuliahannya dan mendapat gelar Sarjana Ilmu Perbatuan dari UBAI (Universitas Batu Akik Indonesia).
Tapi kini masa kejayaan itu telah habis direnggut oleh kebosanan melihat batu. Batu yang tadinya dianggap lebih menarik perhatian ketimbang emas, sekarang kehilangan ladang dan lumbungnya. Harga batu akik pun terus terjun bebas, dan menjadi seperti sedia kala seperti batu lainnya. Batu akik sudah kembali ke kodratnya menjadi tidak ada harganya lagi.

Lihat saja secara langsung, perbedaannya sangat jelas.
Dahulu kapanpun dan dimanapun kalau gendernya lelaki bisa dipastikan minimal satu dari kesepuluh jari tanggannya pasti dihinggapi batu. Melihat jari tangan sendiri saja juga malah tidak mau kalah jumlah batunya dengan yang lain.

Sekarang sudah BEDA derastis!
Satu persatu batu terlepas dari jari para pemakainya, hingga berhilangan sudah tak tersisa.
Kembali lagi BOOM! Begitu cepatnya menghilang dan hampir tidak ada lagi batu cincin dipakai sebagai penambah berat jari tangan. Meledak habis sudah trends batu yang awalnya sangat menggelembung dan terus semakin membesar, kini sudah pecah berhancuran lenyap hampir tak bersisa.

#7 Penyebab dan Akibat Batu Akik Menjadi Tak Ada Harganya

Melihat banyak yang meraup untung besar dari bisnis ini, semua morad-marud menjadi ikut jadi penggiat. Gilanya bukan cuma kita orang Indonesia, orang asing juga ikut-ikutan mengambil bagian dari pasar dan memanfaatkan para hobi dadakan yang fenomenal ini.

Alhasil batu-batu akik juga semakin menumpuk dan membeludak tak terkendali, stok menjadi penuh menggunung memenuhi isi gudang, batu yang dijual juga sudah itu-itu saja. Mata pun sudah tidak silau karena kilaunya sebuah batu cincin. Sudah biasa. Tidak lagi spesial.
Runtuh sudah. Kejenuhan pasar bertindak kasar tanpa belas kasihan. Demam batu akik kian mereda dan semakin hilang dari peredaran, sampai akhirnya hampir semua orang yang dulunya terkena virus batu ini, sekarang tidak mau lagi terjangkit.

Dampaknya pedagang banyak yang gulung tikar bahkan sampai ada juga yang mengatakan merugi hingga ratusan juta. Tidak bagi seniman/pengrajin batu hias yang dari dulunya memang sudah bergelut dengan urusan batu. Tidak ada kata rugi bagi seniman seperti mereka, apalagi gulung tikar.
Tidaklah menjadi masalah besar, mereka sudah merasakan pahitnya menekuni profesi ini. Di saat meledaknya akik seniman batu juga dapat untung besar, saat trend boomingnya hilang tidak juga jadi masalah. Kembali lagi seperti sedia kala. Karena memang itulah pekerjaannya. Dan namanya hobi, penikmat, pencinta seni batu sejati, pasti tetap saja terus mencari batu-batu indah dan membeli sampai kapanpun juga.

Sekarang Pertanyaannya:
-Apakah Anda termasuk salah satu penghobi musiman dengan batu akik?-
-Atau Anda termasuk kategori akik lover sejati yang tidak akan musnah hilang karena waktu?-
-Atau Mungkin tidak terkena demam akik sama sekali?-

Baca : Pengganti Batu Akik ! Asesoris Ini Dianggap Akan Lebih Populer

Bagi yang sudah sempat terkena demam akik dan merasa sangat dirugikan karena sudah membeli begitu banyak akik mulai dari ukuran terkecil sampai besar yang paling murah sampai paling mahal, ada baiknya jangan langsung berkecil hati dan membagikan batu-batunya secara gratis apalagi mengembalikannya ke sungai-sungai dan gunung-gunung terdekat. Simpan saja dulu, siapa tahu 5 atau 10 tahun lagi batu akik kembali tenar. Dan bisa saja harga batu Anda menjadi milliaran, karena batu Anda sudah menjadi langka dan tua.
Seperti Cetakan Uang Kertas Lama. Semakin tua tahun cetak suatu uang, semakin mahal pula harganya.
Siapa tahu Anda bisa mendadak menjadi milyader berikutnya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *